Katarina berdiri tertegun di depan bangunan itu. Getar haru merambat, mendesir hingga ke sendi. Rasa bangga membuncah, mengalir hingga ke urat nadi. Desain itu benar-benar dibangun. Desain yang ia hasilkan melalui proses sedemikian panjang dan melelahkan. Sang arwah yang dulu cuma sketsa di atas kertas, kini menjelma raga. Permainan garis dan bidang yang dulu hanya benda abstrak dalam file komputer, kini tampak nyata, berdiri kokoh menantang semesta.
Namun, rasa geram itu menghentak. Segunung kemarahan, tak tahu harus dituju ke mana. Desain miliknya seharga miliaran rupiah, telah dibangun pihak lain tanpa tahu prosesnya. Dia, si pencuri desain itu, tanpa sadar, telah ia tunggu seumur hidup. Sang kekasih belahan jiwa….
Novel berlatar dunia arsitektur dan properti.