Telegram dianggap menarik karena membawa corak baru dalam penulisan novel. Novel ini menjadi juara pertama dalam sayembara yang diadakan oleh Panitia Tahun Buku 1972.
Novel ini mengisahkan tentang seorang laki-laki yang memiliki pandangan buruk terhadap telegram. Dalam pemahamannya, telegram selalu berisikan hal-hal yang menakutkan.