Apa yang ditunggu Ansarudin dengan jantung berdebar, akhirnya menampakkan diri. Sembari mendenguskan nafas beratnya, sesosok mahkluk besar mengejutkan muncul perlahan-lahan dari balik kabut. Desertai berdetuk-detuknya kaki yang menjejak berat di permukaan aspal. Mendekat dan terus mendekat. Langsung ke tempat Ansarudin berdiri menunggu!
Pertemuan yang mendebarkan jantung itu ternyata baru sebuah permulaan. Berpangkal dari petualangan dan kebejatan seksuil manusia, mahkluk-makhluk hitam bermata semerah darah itu pun keluar bersama terdengarnya koor ritual yang mendirikan bulu roma. tak ubahnya overture dari sebuah simphoni.