Karya-karya Oka Rusmini telah membangun pengetahuan pembaca dengan baik. Dunia perempuan (subordinat, resistensi, dan kebebasan). Ini adalah fondasi karya-karya Oka (sebelumnya), Fondasi yang tidak pernah digoyahkan oleh konsep keagungan atau kemuliaan perempuan dalam agama Hindu yang dianut di Bali.
Lahirnya Novel Jerum sebagai anak ideologis Oka Rusmini ini, sejatinya ia adalah pengalir sastra klasik ke berbagai telaga zaman. Melalui proses penggubahan ragam bahasa Kawi-Bali yang semula digunakan dalam karya sastra klasik menjadi bahasa Indonesia, Oka Rusmini pada saat yang bersamaan juga membentangkan nilai-nilai yang ada dalam karya sastra tersebut ke khalayak pembaca lebih luas. Jika karya sastra Kidung Jerum Kundangdya masih berbentuk kidung, spektrum pembacanya dapat dipastikan terbatas hanya pada kalangan tertentu.